Alman Arapa, S.T., M.Kom.
Kualitas udara merupakan bagian penting dari kehidupan perkotaan yang sering kali luput dari perhatian karena perubahan dan ancamannya tidak selalu dapat dikenali secara langsung. Aktivitas kendaraan bermotor, kepadatan lalu lintas, dan kondisi lingkungan di persimpangan jalan menghadirkan tantangan dalam memahami dinamika pencemaran udara. Buku monograf berjudul “Udara yang Tak Terlihat: Sistem Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT di Persimpangan Kota” mengajak pembaca mengenal pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai sarana pemantauan lingkungan berbasis digital. Pembahasan mencakup konsep kualitas udara, karakteristik sensor MQ-135 dan DHT22, penggunaan mikrokontroler ESP8266, serta penerapan metode Fuzzy Mamdani dalam mengolah dan menyajikan informasi kualitas udara secara lebih mudah dipahami.
Melalui studi kasus pada dua persimpangan di Kota Baubau, buku ini memberikan gambaran mengenai keterhubungan perangkat sensor, sistem komunikasi data, dan aplikasi Android dalam mendukung pemantauan kondisi lingkungan. Pembahasan disajikan secara naratif dan analitis dengan menguraikan kemampuan teknologi, keterbatasan pengukuran, serta pentingnya ketepatan interpretasi data. Buku ini juga menyoroti peluang pengembangan sistem pemantauan yang lebih andal, terjangkau, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, pengembang teknologi, dan pemerhati lingkungan, monograf ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai peran inovasi digital dalam meningkatkan literasi kualitas udara serta mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
| PENERBIT | CV. GLOBAL KREATIF MEDIA |
| HALAMAN | viii + 62 |
| ISBN | Proses Pengajuan |
| BAHASA | Indonesia |
| UKURAN | 15.5 × 23 cm |