Febby Rachmadani, S.A.B., M.Ak.
Buku monograf “Akuntansi Budaya dalam Penetapan Nilai Mahar (Boka)” mengulas keterkaitan antara konsep akuntansi, nilai ekonomi, dan tradisi budaya dalam praktik pernikahan adat masyarakat Buton di Kota Baubau. Penetapan mahar tidak hanya dipahami sebagai pemberian bernilai material, tetapi juga sebagai simbol penghormatan, tanggung jawab, hubungan kekerabatan, dan pelestarian nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Buku ini membahas mekanisme penetapan nilai boka sebagai satuan mahar dan tauraka sebagai bagian dari praktik pemberian dalam pernikahan adat. Pembahasan mencakup pengaruh kedudukan sosial tradisional, peran tokoh adat, serta lima komponen budaya, yaitu popolo, kalamboko, kapapobiangi, bakenakau, dan katolosi. Setiap komponen mencerminkan makna penghormatan, kesiapan berumah tangga, penghargaan terhadap keluarga, dan tanggung jawab sosial yang melampaui nilai nominal.
Melalui perspektif akuntansi budaya, buku ini memperluas pemahaman bahwa penetapan nilai tidak selalu didasarkan pada pertimbangan ekonomi, tetapi juga dibentuk oleh norma dan kearifan lokal. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi akuntansi, pemerhati budaya, dan masyarakat umum dalam memahami hubungan antara akuntansi dan tradisi, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Nusantara.
| PENERBIT | CV. GLOBAL KREATIF MEDIA |
| HALAMAN | vii + 86 |
| ISBN | Proses Pengajuan |
| BAHASA | Indonesia |
| UKURAN | 15.5 × 23 cm |