Cara Promosi Buku di Google Books Cerita Tentang Upload Tanpa ISBN dan Tanpa Penerbit

Cara Promosi Buku di Google Books

Cara Promosi Buku di Google Books: Pengalaman Upload Tanpa ISBN dan Tanpa Penerbit

Waktu pertama kali nulis buku, aku pikir perjalanan paling berat adalah menyelesaikan naskah.
Ternyata aku salah. Bagian paling tricky justru datang setelahnya bagaimana cara buku ini ditemukan orang?

Aku pengin buku itu bisa muncul di Google, kayak buku-buku lain yang tinggal diketik judulnya langsung nongol di Google Books. Tapi pas aku mulai cari tahu, muncul dua pertanyaan besar di kepala:

  • Bisa nggak sih upload buku tanpa ISBN?
  • Penulis indie kayak aku bisa upload sendiri, atau harus lewat penerbit?

Ternyata jawabannya… bisa dua-duanya!
Dan di sinilah perjalanan kecilku dengan Google Books dimulai.

Awalnya Bingung: “Harus Punya ISBN, Nggak?”

Aku ingat waktu itu aku buka halaman Google Play Books Partner Center, semangat banget. Tapi begitu lihat kolom “Masukkan ISBN”, aku langsung panik kecil.

“Waduh, aku nggak punya ISBN. Apa harus daftar ke Perpusnas dulu?”
Tapi pas aku scroll lebih jauh, ternyata ada pilihan:

“Don’t have an ISBN? Get a Google Book ID (GGKEY).”

Ternyata sesimpel itu.
Google nggak maksa kamu punya ISBN mereka kasih kode unik GGKEY buat bukumu.
Jadi ISBN itu opsional, bukan kewajiban mutlak. (Panduan resmi Google)

Kalau kamu baru mulai dan pengin bukumu tampil di Google Books atau dijual di Google Play, GGKEY udah cukup banget.
Nanti kalau kamu pengin distribusi lebih luas (kayak ke toko fisik atau marketplace buku besar), baru deh ISBN bisa diurus belakangan.

Lalu Muncul Pertanyaan Kedua: “Harus Lewat Penerbit, Ya?”

Nah, ini juga banyak banget yang salah paham.
Banyak orang pikir cuma penerbit yang bisa upload ke Google Books padahal nggak juga.

Di Partner Center, siapa pun bisa daftar penulis tunggal, penerbit kecil, bahkan komunitas literasi.
Kamu cuma butuh akun Google, dan udah bisa mulai proses self-publishing sendiri.

Aku waktu itu cuma penulis indie tanpa label penerbit, tapi tetap bisa bikin akun, isi metadata, upload file, dan atur harga sendiri. Semua dilakukan mandiri dari laptop.
Begitu buku di-upload ke Google Play Books, sistem Google otomatis menampilkan preview-nya di Google Books juga.

Jadi satu kali upload, bukumu muncul di dua tempat sekaligus dan rasanya luar biasa waktu pertama kali aku ketik judul bukuku di Google terus… ting! Muncul halaman preview-nya.

Belajar Promosi dari Nol

Setelah bukunya terbit, aku kira tinggal duduk manis sambil nunggu pembaca datang. Tapi ternyata nggak semudah itu.
Google Books itu kayak lautan besar, dalam, dan penuh buku bagus. Kalau nggak tahu cara promosi, bukumu bisa tenggelam begitu aja.

Akhirnya aku mulai belajar cara bikin buku lebih gampang ditemukan orang.

  1. Menulis deskripsi yang hidup

Deskripsi itu bukan cuma ringkasan isi, tapi “sales pitch” kecil.
Aku tulis dengan nada yang ngobrol, bukan formal banget, biar calon pembaca ngerasa dekat.
Aku juga masukin kata kunci kayak cara promosi buku di Google Books, supaya kalau orang cari topik itu, bukuku ikut muncul di hasil pencarian.

  1. Bikin cover yang nyangkut di kepala

Aku sempat ganti cover dua kali.
Cover pertama terlalu datar. Setelah aku ubah jadi lebih berani warnanya dan judulnya lebih jelas, klik-nya langsung naik.
Kadang, hal kecil kayak itu berdampak besar.

  1. Kasih sedikit cuplikan

Google Books kasih opsi berapa persen isi buku yang bisa dibaca gratis.
Aku buka sekitar 15% di bagian awal cukup buat bikin orang penasaran, tapi nggak sampai ngerasa “udah baca semua”.

  1. Kasih promo kecil di awal

Aku sempat bikin harga promo cuma Rp 5.000 buat seminggu pertama.
Tujuannya? Biar dapet review cepat. Dan ternyata berhasil beberapa pembaca kasih bintang 5, dan itu bantu banget ningkatin visibilitas buku.

  1. Sebarkan link ke mana-mana

Aku bikin postingan di Instagram, Threads, dan kirim email ke komunitas penulis.
“Kalau sempat, intip ya bukuku di Google Books,” tulisku.
Nggak semua beli, tapi banyak yang bantu share, dan dari situlah trafik mulai naik.

Pelajaran Berharga: Metadata Itu Segalanya

Satu hal yang aku pelajari dari proses ini: Google cinta banget sama data.

Judul, deskripsi, kategori, bahkan nama file semuanya penting.
Semakin rapi dan relevan kamu isi metadata, makin besar peluang buku kamu muncul di hasil pencarian. (Lihat panduannya di sini)

Aku juga masukin link eksternal ke website pribadiku, biar pembaca tahu aku siapa dan buku-buku lain yang udah kutulis.
Kesan profesional itu ternyata berpengaruh besar.

Rasanya Waktu Buku Muncul di Google Books

Momen itu susah dijelaskan.
Waktu pertama kali aku ketik judul bukuku di Google dan lihat sampulnya nongol di hasil pencarian ada rasa bangga yang nggak bisa diganti.

Bukan cuma karena akhirnya karyaku “terlihat”, tapi karena aku tahu aku melakukannya sendiri:
tanpa penerbit besar, tanpa ISBN, tanpa tim marketing.
Cuma dengan niat belajar dan keberanian buat nyoba.

Tips Kecil Buat Kamu yang Mau Nyoba

  1. Jangan takut mulai tanpa ISBN. GGKEY dari Google udah cukup buat awal.
  2. Isi metadata selengkap mungkin jangan asal tulis judul dan deskripsi.
  3. Bikin preview yang bikin penasaran, kayak trailer film.
  4. Gunakan promo dan review awal buat bantu algoritma naik.
  5. Sabar dan konsisten; Google butuh waktu buat mengenali karya kamu.

Penutup

Jadi, Teman – teman, kalau kamu punya naskah yang selama ini cuma ngendap di laptop, jangan nunggu lagi.
Google Books itu bukan cuma buat penerbit besar tapi juga ruang buat penulis independen nunjukin karyanya ke dunia.

Kamu bisa upload tanpa ISBN, bisa promosi tanpa modal besar, dan bisa belajar pelan-pelan dari tiap langkahnya.
Kadang, yang dibutuhkan cuma satu hal sederhana:
Klik “Publish.”

Subscribe to our Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.