Apa Itu KDT (Katalog Dalam Terbitan)? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengurusnya di Perpusnas
KDT (Katalog Dalam Terbitan) – Bagi penulis baru atau penerbit independen, istilah ISBN mungkin sudah sangat akrab di telinga. Namun, seringkali ada satu istilah lain yang muncul bersamaan dengan pengurusan ISBN, yaitu KDT atau Katalog Dalam Terbitan.
Jika Anda membuka halaman hak cipta (copyright page) pada sebuah buku, Anda akan melihat sebuah kotak berisi data bibliografi yang tampak teknis. Itulah KDT. Lantas, seberapa penting KDT untuk buku Anda, dan bagaimana cara mendapatkannya dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)?
Simak panduan lengkapnya di bawah ini.
Pengertian KDT (Katalog Dalam Terbitan)
Merujuk pada definisi resmi dari Perpusnas, KDT adalah singkatan dari Katalog Dalam Terbitan (dalam bahasa Inggris disebut Cataloging in Publication atau CIP).
Secara sederhana, KDT adalah deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data buku yang dicetak pada halaman balik judul (halaman verso) sebelum buku tersebut diterbitkan.
Penting: KDT bukan sekadar hiasan. Ini adalah rekaman data resmi yang menjadi identitas buku Anda dalam sistem perpustakaan nasional maupun internasional.
Di Mana Letak KDT?
KDT biasanya diletakkan pada halaman hak cipta, tepatnya di bagian bawah setelah informasi penerbit, penulis, dan tahun terbit.
Mengapa Buku Anda Memerlukan KDT?

Mengurus KDT bukan hanya soal birokrasi, tetapi memiliki manfaat vital bagi ekosistem perbukuan. Berikut adalah fungsi utamanya:
- Memudahkan Pustakawan: KDT mencantumkan nomor klasifikasi (biasanya menggunakan sistem DDC – Dewey Decimal Classification). Ini membantu pustakawan di seluruh Indonesia menentukan di rak mana buku Anda harus diletakkan (misalnya: rak Agama, Fiksi, atau Bisnis).
- Standarisasi Data: Menciptakan keseragaman data bibliografi di seluruh perpustakaan di Indonesia.
- Promosi dan Citra Profesional: Buku yang memiliki KDT dan ISBN dianggap lebih kredibel dan profesional dibandingkan buku yang tidak memilikinya.
- Masuk dalam Database Nasional: Data buku Anda akan terekam dalam database Perpusnas, yang memudahkan pencarian informasi oleh masyarakat luas.
Bedanya ISBN dan KDT
Seringkali penulis bingung membedakan keduanya. Berikut perbedaannya secara singkat:
| Fitur | ISBN (International Standard Book Number) | KDT (Katalog Dalam Terbitan) |
| Bentuk | Deretan angka unik (13 digit). | Kotak berisi deskripsi data buku & klasifikasi. |
| Fungsi Utama | Identifikasi unik (seperti NIK pada KTP). | Kategorisasi dan data pustaka. |
| Penerbitan | Bersamaan dengan proses permohonan KDT. | Dibuat oleh pustakawan ahli di Perpusnas. |
Unsur-Unsur dalam KDT
Sebuah kotak KDT yang diterbitkan oleh Perpusnas biasanya memuat informasi berikut:
- Nama Pengarang: Nama utama penulis.
- Judul Buku: Judul lengkap buku.
- Data Penerbitan: Kota terbit, nama penerbit, dan tahun terbit.
- Deskripsi Fisik: Jumlah halaman dan ukuran buku (misal: 14 x 20 cm).
- Catatan Bibliografi: Termasuk referensi dan indeks jika ada.
- Nomor ISBN: Nomor identitas buku.
- Nomor Klasifikasi (DDC): Angka desimal yang menunjukkan subjek buku.
Cara Mengurus KDT di Perpusnas
Kabar baiknya, pengurusan KDT di Perpusnas kini sudah terintegrasi secara online dan gratis. Proses ini biasanya dilakukan satu paket dengan pengajuan ISBN.
Berikut langkah-langkah umumnya berdasarkan prosedur layanan ISBN/KDT Perpusnas:
- Registrasi Penerbit: Penerbit (baik mayor maupun indie) harus mendaftarkan akun terlebih dahulu di situs resmi isbn.perpusnas.go.id. Anda perlu menyiapkan dokumen legalitas penerbit (SIUP/Akta Notaris) dan surat pernyataan.
- Pengajuan Nomor: Setelah akun disetujui, penerbit dapat mengajukan permohonan ISBN dan KDT baru.
- Unggah Dokumen: Anda akan diminta mengunggah dummy buku yang meliputi:
- Halaman Judul.
- Halaman Balik Judul (Halaman Hak Cipta).
- Daftar Isi.
- Kata Pengantar.
- Sinopsis.
- Verifikasi dan Validasi: Tim Perpusnas akan memverifikasi data. Jika disetujui, Perpusnas akan mengeluarkan nomor ISBN beserta lampiran data KDT.
Sebagai gambaran, berikut adalah contoh lampiran data KDT resmi yang akan Anda terima dari sistem Perpusnas setelah pengajuan disetujui:

Contoh data KDT yang diterbitkan Perpusnas untuk buku “Manajemen Perbankan Syariah”.
- Pencantuman: Berdasarkan data pada gambar di atas, Penerbit kemudian menyalin informasi tersebut (seperti klasifikasi dan deskripsi) untuk ditempelkan pada layout halaman hak cipta buku sebelum naik cetak.
FAQ Singkat Tentang KDT (Katalog Dalam Terbitan)
1. Apakah semua buku wajib memiliki KDT?
2. Apakah mengurus KDT dikenakan biaya?
3. Bisakah penulis perorangan mengurus KDT sendiri tanpa penerbit?
4. Berapa lama proses keluarnya KDT?
5. Apa yang terjadi jika judul buku berubah setelah KDT keluar?
Kesimpulan
KDT (Katalog Dalam Terbitan) adalah elemen krusial yang menjembatani karya Anda dengan sistem perpustakaan dunia. Dengan adanya KDT, buku Anda tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga “alamat” yang jelas dalam peta ilmu pengetahuan (klasifikasi).
Pastikan setiap naskah yang Anda terbitkan telah melalui proses ini agar tercatat dalam sejarah literasi nasional. Namun, jika Anda merasa kesulitan dengan prosedur teknis atau tidak memiliki waktu untuk mengurus administrasi tersebut, Anda tidak perlu khawatir.
Serahkan kebutuhan legalitas buku Anda pada layanan pengurusan ISBN dan KDT kami. Kami siap membantu memastikan buku Anda terbit secara profesional tanpa hambatan birokrasi. Untuk referensi regulasi lebih lanjut, Anda juga dapat mengunjungi situs resmi ISBN Perpusnas